Kamis, 28 Agustus 2014

aku seorang wanita. aku bukanlah wanita yang selalu diremehkan, aku bukan wanita yang selalu direndahkan. aku ingin menjadi wanita yang selalu dihargai. wanita yang bisa menjadi contoh untuk mereka yang sedang terjatuh. karna aku memang sekarang lagi terjatuh. terjatuh dalam sebuah permasalahan besar antara anak dan mantan suami yang tak tau norma aturan. kehidupanku yang dari awal harus masuk lobang yang dalam begitu sakit yang aku rasakan. namun aku tetap tegar hingga suatu bencana terjadi aku harus rebutan anak dengan mantan suamiku. namun aku sebagai wanita yang takun dengan ancaman mantan suamiku aku harus mengalah. walaupun hak asuh anak masih berhak padaku. namun aku tetap tegar aku harus belajar jauh dari anakku. aku harus tega dengan berjauhan dengan anakku. karna jika aku memaksa anakku ikut dengan aku. anakku lah yang menjadi korban dibunuh mantan suamiku. begitu sulit menghadapi semua itu. apa daya semua ku pasrahkan ke sang maha pencipta. hanya doalah yang selalu aku lalukan. aku mencoba mencari semnagat baru kehidupan baru. dan ku dapatkan semua itu, bisa dikatakan itu sebuah pelampiyasan yang ternyata berujung aku harus tertipu sendiri. namun aku bangga dengan semua yang terjadi. karna aku telah mendapatkan semua hikmah dari apa yang sudah terjadi. 

tanpa kesadaran tanpa niatan ku mengenal seorang yang sepantaran denganku. kami saling berbagi cerita kami saling mengungkapkan isi hati. kami saling mensuport. entah apa kami bisa akrab dan memanggil sebuah kata seperti layaknya orang muda. padahal diri ini sadar aku seorang janda yang sudah banyak pengalaman. tapi entah apa orang yang aku kenal itu adalah orang yang sangat bijak orang sangat inspiratif. semua teman mengingatkanku untu tak percaya dengan semua perkataannya. tapi aku hanya mengambil jalan tengahnya. aku menanggapi keduanya, aku pakai semua saran teman ku tapi aku juga percaya dengan semua yang dibicarakan dia. semua kata manis dia semua inspiratif dia semua saran dia. karna perkataan baik hal yang baik bagiku adalah suatu yang tak boleh disia sia kan. karna akan membuat orang menjadi kecewa. 

lambat laun tepat tanggal 29 juli 2014 kita bertemu. walau harus banyak rintangan untuk bertemu. harus saling membentak bentak karna salah jalur. namun qita tetap dipertemukaka. tepat pukul 11 wib. aku dan dia bertemu dan qita melnjutkan sebuah perjalanan dan mencari makan. dan di ruang makan itu aku, temanku, dan dia saling bercerita bercanda lucu hingga pukul menujukkan 12.30 wib qita pulang mencari masji untuk solata dzhur. qita menjalankan solat walau tak berjamaah. lalu kita pergi ke taman karna kebetulan masjid itu bersebelahan ada sebuah taman ya cukup panas tapi semua yang terjadi begitu indah. karna kita saling bercanda terus. 

namun lambat laun sebuah kontakan renggang. kecuegkan terjadi tapi aku tetap berpositif dalam berfikir. entah apa yang merasukiku aku mencari sebuah data dimana mempunyai sifat apa. dan ternyata semua saran temanku terbukti kalo dia hanyalah orang yang cuma bermodus pemberi harapan palsu. mungkin tiga hari pertama aku sedikit kecewa aku jijik aku malu aku tak tau seperti buta jalan. tapi aku tak tahu, kenapa aku tak pernah bisa membencinya kenapa aku tak pernah bisa membosaninya. padahal jika aku dulu pernah dibohongi aku selalu marah aku selalu dendam. namun aku mengingat dulu ku yang pernah mempermainkan orang hingga 3 bulan lamanya. yang membuat orang itu menangis. membuat orang itu membenci ku dan mendoakanku yang tidak tidak. ya.... aku menganggap semua itu balasan/ karma dari yang kuasa. aku bersyukur karna semua yang terjadi yang begitu singkat itu yang menyakitkan itu namun aku bisa menerimanya dengan lapang dada. 

tapi aku kecewa sekali sekali dengan kediaman dia. aku ingin dia ceria lagi seperti dahulu. bisa bercanda lucu bercerita yang unik dan cara bicaranya yang alay.  dengan sura yang begitu beda, dia itu bukan sosok cowok yang pasaran dia sangat beda dia yang punya kepercayaan diri yang kuat. walau sebenarnya wajahnya pun pas pasan. tapi entahlah semua sudah terjadi dan dia memilih untuk diam dari aku. padahal aku berhrap walau tak ada sebuah hubungan mesra aku berharap sebuah hubungan persahabatan yang bisa saling mensuport, saling mengingtkan saling dan saling dari segalanya. tapi semua itu tak dijawabnya semua dialihkan. dan ada baiknya aku melupakannya aku tak pernah merasa kenal saja padanya. karna dia memang egois yang sangat tinggi orang sangat keras kepala. dan mungkin sudah menganggapku wanita yang mudah direndahkan. 

ku ucapkan makasih atas semua yang sudah kamu berikan ke aku ya. kamu memang datang dsaat yang tepat. dan kamu juga pergi disaat semua sudah reda. jadi semua kebaikanmu bakalan aku balas entah kapan namun yang pasti aku sangat berharap qita bisa berteman yang baik. agar ku bisa membalas semua kebaikanmu, kamu yang sudah mensuportku dan selalu menyemangatiku adalah sebuah pemberian nyata kebaikanmu yang nyata. ingat aku seperti ini karna semua dorongan darimu. aku bisa lebih bersemngat menjalani hidupku yang baru. lihat senyummu yang beda cara berfikirmu yang dewasa. kau tau hidupmu itu dulu memang suram, tapi aku tak pernah melihat masa lalumu. karna masa lalu adalah sebuah perjalanan menuju sebuah pendewasaan yang lebih matang. terimaksih ya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar